Sukorejo, Bojonegoro

BOJONEGORO – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Bojonegoro kembali membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan Hari Fraksi, Jumat (14/8/2026). Kali ini, anggota Komisi B Fraksi PKB menerima berbagai pertanyaan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kolom live chat TikTok DPC PKB Bojonegoro.

Beragam persoalan disampaikan netizen, mulai dari kebutuhan pengairan pertanian saat musim kemarau, program peternakan, pendataan desil, harga kambing, beasiswa mahasiswa, hingga promosi produk UMKM lokal.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro Muhamad Suparno mengatakan, salah satu aspirasi yang cukup penting adalah kebutuhan pengairan bagi petani pada musim kemarau. Masyarakat menanyakan kemungkinan adanya bantuan sumur bor maupun pompa air atau sibel untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.

Menurut Suparno, kebutuhan air memang menjadi persoalan penting bagi petani, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

“Aspirasi terkait sumur bor maupun bantuan sarana pengairan akan kami tampung. Nanti perlu dilihat kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah serta program yang tersedia. Prinsipnya, kalau memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung produktivitas pertanian, tentu perlu kita dorong,” ujar Suparno.

Sementara itu, Sutikno, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Fraksi PKB, menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai kelanjutan program Domba Kesejahteraan serta kemungkinan adanya gelombang baru seperti program Gayatri.

Ia mengatakan masyarakat memang membutuhkan informasi yang jelas mengenai keberlanjutan dan mekanisme program-program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan tersebut.

“Pertanyaan masyarakat mengenai apakah akan ada penerima baru tentu menjadi masukan bagi kami. Program seperti ini harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu meningkatkan ekonomi keluarga penerima, bukan hanya berhenti pada penyaluran bantuan,” kata Sutikno.

Selain domba, perhatian juga diberikan kepada peternak sapi, khususnya peternak sapi Peranakan Ongole (PO). Aspirasi tersebut mendapat tanggapan dari Nafik Sahal, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Fraksi PKB.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap sektor peternakan tidak boleh hanya terfokus pada satu jenis ternak. Peternak sapi lokal juga perlu mendapat dukungan, baik dalam pengembangan ternak, kesehatan hewan maupun pemasaran.

“Sapi PO merupakan salah satu potensi peternakan yang perlu kita jaga. Jangan sampai peternak semakin kesulitan karena biaya pemeliharaan tinggi tetapi nilai jualnya tidak sebanding. Ini akan menjadi bagian dari aspirasi yang kami bawa dalam pembahasan bersama pihak terkait,” jelas Nafik Sahal.

Nafik Sahal juga menanggapi keluhan masyarakat mengenai harga kambing yang mengalami penurunan. Menurutnya, persoalan harga ternak perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari biaya pakan, kondisi pasar, rantai penjualan hingga kemampuan peternak mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Sementara Siti Fatmawati, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Fraksi PKB, menanggapi pertanyaan netizen mengenai cara mengetahui seseorang masuk dalam desil berapa pada data sosial ekonomi.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu mendapatkan kemudahan dalam mengakses dan mengecek data tersebut melalui pemerintah desa maupun instansi terkait.

“Kalau masyarakat merasa belum mengetahui posisi desilnya atau menemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, sebaiknya aktif melakukan pengecekan melalui pemerintah desa dan layanan pemerintah terkait. Data ini penting karena menjadi salah satu dasar dalam berbagai program bantuan,” terang Siti Fatmawati.

Dalam live chat tersebut juga muncul pertanyaan mengenai beasiswa bagi mahasiswa yang akan mengikuti kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Fraksi PKB akan menampung pertanyaan tersebut untuk dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak terkait agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai persyaratan dan peluang program beasiswa yang dapat diakses.

Tak hanya menyampaikan keluhan dan pertanyaan, live TikTok Hari Fraksi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan usaha lokal. Salah seorang netizen mempromosikan UMKM minuman jus buah bernama “Jus e Jus Buah”.

Fraksi PKB mengapresiasi masyarakat yang memanfaatkan ruang Hari Fraksi untuk ikut mengenalkan produk UMKM. Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat juga membutuhkan dukungan terhadap usaha-usaha kecil agar semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.

Melalui Hari Fraksi, Fraksi PKB DPRD Bojonegoro berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin terbuka. Aspirasi yang masuk melalui live chat tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi juga akan dicatat sebagai masukan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah sesuai bidangnya.