BOJONEGORO – Menyerap aspirasi masyarakat kini tidak hanya dilakukan melalui forum tatap muka. Dalam agenda Jum’at Hari Fraksi DPC PKB Bojonegoro kali ini, masyarakat untuk pertama kalinya bisa menyampaikan langsung pertanyaan dan keluhan melalui live TikTok.
Agenda tersebut menghadirkan Mustakim, Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro Fraksi PKB, dan Dihan Syahri Fitrianto, Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro Fraksi PKB. Kegiatan ini dipandu oleh Nuril Wahyu Fatimah.

Format baru ini membuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terasa lebih dekat. Sejumlah warga memanfaatkan kolom komentar live untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Beberapa aspirasi yang muncul di antaranya terkait bantuan MCK untuk pondok, jalan rusak di wilayah Desa Prambatan, perkembangan Perda tentang Desa, kesejahteraan Guru TPQ, hingga kebutuhan bantuan Jalan Usaha Tani (JUT) dan drainase.

Mustakim mengatakan, setiap aspirasi yang masuk merupakan bagian penting dari proses menyerap kebutuhan masyarakat.
“Apa yang disampaikan masyarakat tentu menjadi catatan bagi kami. Ada persoalan yang membutuhkan koordinasi dan pembahasan lebih lanjut, sehingga tidak semuanya bisa langsung mendapatkan jawaban pada saat live berlangsung,” ujar Mustakim.
Menurutnya, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu cara untuk memperluas ruang komunikasi antara masyarakat dengan anggota DPRD. Warga yang selama ini mungkin tidak sempat datang ke forum secara langsung tetap dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Sementara itu, Dihan Syahri Fitrianto menyebut keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat menjadi hal yang penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Kami ingin masyarakat bisa menyampaikan apa yang menjadi persoalan di lingkungannya. Masukan seperti ini menjadi bahan bagi kami untuk memahami kondisi di lapangan dan selanjutnya melihat langkah yang bisa dilakukan sesuai kewenangan,” kata Dihan Syahri.

Beragamnya aspirasi yang muncul juga menunjukkan bahwa persoalan masyarakat cukup beragam. Mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar, fasilitas pendidikan keagamaan, hingga persoalan regulasi di tingkat desa.
Melalui Jum’at Hari Fraksi, Fraksi PKB DPRD Bojonegoro ingin terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Tidak hanya melalui pertemuan langsung, tetapi juga dengan memanfaatkan platform digital yang lebih mudah dijangkau warga.

