BOJONEGORO – Ada satu tradisi yang selalu dilakukan Abdul Halim Iskandar, Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VIII sekaligus Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2026–2031, setiap kali berkunjung ke Bojonegoro. Sebelum melanjutkan agenda lainnya, Gus Halim selalu menyempatkan diri menikmati semangkuk mie ayam legendaris yang telah lama menjadi kuliner favoritnya. Rabu, (5/8/26).
Dalam kunjungan kali ini, Gus Halim tidak datang sendiri. Ia menikmati mie ayam bersama Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq atau yang akrab disapa Cak Thoriq, Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, serta sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan tersebut sembari menikmati sajian Mie Ayam & Bakso Yudhi Solo yang telah melegenda di Kota Ledre.

Bagi Gus Halim, kelezatan mie ayam tersebut bukan hanya terletak pada racikan bumbunya, tetapi juga pada konsistensi rasa yang tetap terjaga dari waktu ke waktu. Itulah yang membuatnya selalu menyempatkan diri mampir setiap berada di Bojonegoro.
“Bagi saya, ini mie ayam terenak sedunia. Setiap ke Bojonegoro, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke sini. Rasanya tetap sama, tetap enak. Itulah yang membuat saya selalu kembali,” ujar Gus Halim.

Menurutnya, keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal usaha, melainkan oleh komitmen untuk menjaga kualitas produk, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan.
“UMKM yang mampu bertahan puluhan tahun adalah UMKM yang konsisten menjaga rasa, pelayanan, dan kepercayaan konsumennya. Konsistensi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama sebuah usaha dan patut menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya,” imbuhnya.
Momentum kebersamaan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara jajaran PKB Jawa Timur dan PKB Bojonegoro di sela-sela agenda kunjungan kerja. Kehadiran Cak Thoriq, Fauzan Fuadi, Abdulloh Umar, serta anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro semakin menambah kehangatan suasana, sekaligus menunjukkan kedekatan para kader dengan pelaku usaha lokal.

Warung Mie Ayam & Bakso Yudhi Solo selama ini memang dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Bojonegoro. Dengan cita rasa yang khas dan kualitas yang terus terjaga sejak tahun 90’an, warung tersebut berhasil mempertahankan pelanggan setia dari berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional.
Bagi Gus Halim, kuliner legendaris seperti ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu tumbuh dan bertahan selama puluhan tahun berkat konsistensi dalam menjaga kualitas. Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengikuti jejak tersebut sehingga mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro.

