BOJONEGORO – Di kancah politik Bojonegoro, nama Abdulloh Umar sudah tidak asing lagi. Bukan sekadar pengisi kursi Ketua DPRD, pria yang akrab disapa Umar ini adalah sosok di balik layar yang memastikan irama kebijakan di gedung dewan berjalan selaras dengan apa yang dibutuhkan warga di lapangan. Pria kelahiran Bojonegoro, 10 Mei 1982 ini memiliki rekam jejak yang lengkap: seorang santri, intelektual, aktivis, hingga teknokrat politik. Sebagai Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, Umar sapaan akrabnya menjadi sosok sentral yang memastikan roda organisasi partai tetap berputar kencang namun tetap dalam barisan yang solid.
Legitimasi Nyata dari Rakyat
H. Abdulloh Umar datang ke arena Muscab dengan modal kepercayaan rakyat yang luar biasa, julukan “Raja Suara” nampaknya bukan isapan jempol belaka. Pada Pemilu 2024 lalu, Abdulloh Umar mengukir sejarah dengan meraih 17.387 suara angka tertinggi di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Pencapaian ini menjadi bukti sahih bahwa Abdulloh Umar ini memiliki kedekatan emosional dan sosial yang nyata dengan masyarakat dan konstituennya.
Akar Santri dan Intelektualitas
Perjalanan hidup Abdulloh Umar berakar kuat pada nilai-nilai pesantren. Mengenyam pendidikan di lingkungan legendaris Bahrul Ulum Jombang (MTs hingga MA), ia kemudian melanjutkan pengembaraan intelektualnya di UIN Malang. Latar belakang ini membentuk karakter kepemimpinannya yang moderat namun tegas dalam memegang prinsip.
Darah aktivisnya mendidih sejak menjadi kader PMII di Malang dan terus berlanjut hingga ia dipercaya menahkodai berbagai organisasi strategis, diantaranya Ketua DKC Garda Bangsa Bojonegoro.
Nahkoda Parlemen dan Kedekatan Rakyat
Karier politiknya meroket bukan karena kebetulan. Sebelum menduduki kursi Pimpinan Tertinggi DPRD Bojonegoro, ia telah menunjukkan taringnya sebagai Wakil Ketua Komisi C dan Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro. Di tangannya, berbagai kebijakan strategis disinkronkan untuk memastikan pembangunan daerah menyentuh lapisan terbawah.
Namun, sisi menarik Abdulloh Umar tidak hanya di balik meja rapat. Publik Bojonegoro tentu tak lupa perannya sebagai CEO/Ketua Umum Persibo Bojonegoro (2015-2023). Di dunia sepak bola yang penuh tekanan, ia membuktikan kemampuan manajerialnya dalam mengelola emosi massa dan kebanggaan daerah dengan berhasil mencabut sanksi Persibo Bojonegoro dari PSSI, sehingga Persibo Bojonegoro bisa kembali mengikuti kompetisi Liga Indonesia.
Sang “Kingmaker” di Kancah Pilkada
Di luar karier legislatifnya, tangan dingin Abdulloh Umar teruji nyata dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ia terbukti memiliki kemampuan “Manajemen Kemenangan” yang luar biasa:
– Pilkada 2018-2023: Menjabat sebagai Ketua Tim Koalisi Pemenangan, Umar berhasil menyatukan berbagai kepentingan partai dan elemen masyarakat untuk memenangkan calon yang diusung.
– Pilkada 2024-2029: Ia kembali menunjukkan tajinya. Mulai dari mengawal komunikasi politik untuk mengamankan rekomendasi DPP, hingga strategi lapangan yang presisi, Abdulloh Umar sukses mengantarkan calon yang diusung partai kembali meraih mandat rakyat.
Inovasi yang Diakui Dunia
Kepemimpinan Abdulloh Umar tidak hanya bergema di tingkat akar rumput saja. Pada September 2025, beliau mendapatkan penghargaan “JTV Legislatif Jatim Award 2025 Kategori Kinerja Terbaik dalam Mendorong Pelayanan Publik dan Perlindungan Sosial di Provinsi Jawa Timur”.
Selain itu, pada 17 Oktober 2025, ia menerima pengakuan internasional sebagai “Asia Best Innovative Leader of Indonesia 2025” di Bali. Penghargaan ini diraih berkat keberaniannya mendorong transparansi total dan integrasi teknologi dalam tata kelola pemerintahan daerah sebuah langkah progresif yang melampaui tugas tradisional legislatif.
Ketajamannya dalam urusan fiskal juga tak terbantahkan. Sebagai daerah dengan kapasitas fiskal raksasa dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, Bojonegoro membutuhkan pengawas yang jeli. Abdulloh Umar menjalankan fungsi check and balances dengan sangat presisi, memastikan bahwa lonjakan pendapatan daerah benar-benar mencerminkan kinerja birokrasi, bukan sekadar fluktuasi harga minyak global.
Pionir Legislasi Nasional: Dana Abadi Daerah
Salah satu warisan (legacy) terbesar Umar adalah perannya memelopori Raperda Dana Abadi Daerah. Ini adalah langkah visioner pertama di Indonesia yang menjamin keberlanjutan pembangunan bagi generasi Bojonegoro mendatang, bahkan ketika cadangan migas suatu saat habis.
Sepanjang tahun 2025 saja, di bawah arahannya, DPRD telah menetapkan 13 Raperda strategis. Tidak hanya soal fiskal, ia juga menyentuh aspek kemanusiaan dengan mendorong kenaikan honorarium RT/RW serta penyediaan bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin.
Sosok Terbuka dan Inspiratif
Atas dedikasi dan keterbukaan informasinnya yang konsisten, pada 28 Maret 2026, Abdulloh Umar dianugerahi Angling Dharma PWI Award 2026 sebagai Tokoh Politik Inspiratif. Sebuah pengakuan dari insan pers atas rekam jejaknya yang bersih dan komunikatif.
Dari ruang-ruang diskusi PMII hingga kursi pimpinan parlemen, Abdulloh Umar terus membuktikan bahwa politik hasil (politics of results) adalah satu-satunya jalan untuk menjaga marwah partai dan memajukan daerah.
Menjaga Soliditas, Mengawal Kemajuan
Sebagai Sekretaris DPC PKB Bojonegoro saat ini, ia dikenal sebagai penggerak mesin partai yang taktis dan piawai dalam membangun sinergi antara legislatif dan eksekutif. Di samping itu, ia juga memiliki tugas berat untuk menjaga “rumah besar” kaum Nahdliyin agar tetap kokoh di tengah dinamika zaman.
Politisi muda ini dianggap berhasil menjaga stabilitas internal partai dan memastikan marwah PKB tetap diperhitungkan sebagai kekuatan utama di Bojonegoro.
Kini, dengan modal legitimasi massa yang sangat kuat dan segudang prestasi, publik menanti langkah besar berikutnya dari sosok H. Abdulloh Umar. Apakah tangan dinginnya akan membawa PKB Bojonegoro ke level kekuatan yang lebih dahsyat lagi? Waktu yang akan menjawab,
Namun satu hal yang pasti, dengan integritas yang teruji dan pengalaman lintas sektoral, H. Abdulloh Umar terus berdiri sebagai penjaga gawang stabilitas politik di Bojonegoro, memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir dari kursi parlemen adalah kemenangan bagi rakyat.

