BOJONEGORO – Rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPAC PKB se-Kabupaten Bojonegoro resmi memasuki agenda terakhir. Musancab Zona 4 digelar pada Ahad siang, 23 Agustus 2026, dengan melibatkan delapan kecamatan.
Delapan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Padangan, Malo, Purwosari, Kasiman, Kedewan, Ngraho, Tambakrejo, dan Margomulyo.

Seperti pelaksanaan Musancab pada Zona 1 hingga Zona 3, rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Abdulloh Umar selaku Sekretaris DPC PKB Bojonegoro. Dalam sambutannya, Abdulloh Umar menekankan pentingnya Musancab sebagai bagian dari proses penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan.
“Musancab ini menjadi bagian penting dalam menata dan memperkuat organisasi. Harapannya, kepengurusan yang terbentuk nanti bisa menjalankan amanah dengan baik dan membawa PKB semakin solid,” ujar Abdulloh Umar.
Selain penguatan struktur organisasi, Abdulloh juga menilai bahwa aktivitas di media sosial tidak kalah penting untuk dilakukan oleh seluruh struktur dan kader PKB. Menurutnya, media sosial menjadi salah satu ruang penting untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

“Tak kalah penting, kita juga harus kuat di media sosial. Karena sekarang masyarakat dari berbagai kalangan, terutama anak muda, banyak mendapatkan informasi melalui media sosial. Maka suara PKB juga harus hadir di sana, dengan konten-konten yang positif dan mudah diterima masyarakat,” kata Abdulloh Umar.
Ia menambahkan, berbagai kerja organisasi dan kegiatan yang dilakukan di lapangan perlu disampaikan kepada masyarakat melalui media sosial. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui apa yang dilakukan PKB dan para kadernya.
“Jangan sampai kerja-kerja kita di lapangan sudah bagus, tetapi tidak diketahui masyarakat. Karena itu, media sosial harus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan dan semakin menguatkan suara PKB,” lanjutnya.
Selanjutnya, sambutan disampaikan Fauzan Fuadi selaku Ketua DPC PKB Bojonegoro yang mewakili Abdul Halim Iskandar selaku Ketua DPW PKB Jawa Timur yang berhalangan hadir.
Fauzan Fuadi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Musancab yang digelar dalam empat zona merupakan bagian dari upaya konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Ia berharap proses tersebut tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga semakin memperkuat kerja-kerja organisasi di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar pergantian atau pembentukan kepengurusan. Musancab adalah momentum untuk memperkuat barisan, menyatukan langkah, dan memastikan seluruh struktur PKB tetap solid serta tegak lurus dalam menjalankan amanah organisasi,” ujar Fauzan Fuadi.
Setelah rangkaian sambutan, agenda Musancab dilanjutkan dengan doa iftitah yang disampaikan oleh Kiai Shochib Shoim selaku Ketua Dewan Syuro DPC PKB Bojonegoro.
Selanjutnya, kegiatan memasuki sidang pleno satu hingga lima. Sidang dibagi ke dalam beberapa kelas sesuai dengan kecamatan masing-masing. Setiap sidang dipimpin oleh pimpinan sidang bersama sekretaris sidang.
Pembagian sidang tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pembahasan dan penataan kepengurusan DPAC di masing-masing kecamatan. Seluruh peserta mengikuti tahapan sidang sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
Musancab Zona 4 sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian Musancab DPAC PKB se-Kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya telah dilaksanakan secara bertahap melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 3.

Dengan berakhirnya Musancab ini, diharapkan seluruh DPAC PKB di Kabupaten Bojonegoro memiliki kepengurusan yang semakin kuat, solid, dan mampu bekerja bersama hingga tingkat ranting.
Seluruh rangkaian Musancab DPAC PKB se-Kabupaten Bojonegoro pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jangkauan komunikasi melalui media sosial, serta menyatukan gerak seluruh kader dalam menghadapi agenda-agenda PKB ke depan.

