Sukorejo, Bojonegoro

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap menindaklanjuti tiga rekomendasi yang disampaikan dalam Ijtima Ulama Indonesia. Komitmen itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7).

Tiga rekomendasi tersebut merupakan hasil Ijtima Ulama Indonesia yang digelar sebelum acara puncak Harlah PKB. Rekomendasi itu mencakup penguatan tata kelola pemerintahan berbasis meritokrasi, memperkuat kemandirian ekonomi nasional, serta mendorong pembenahan dan penguatan peran Nahdlatul Ulama (NU).

Di hadapan para ulama dan tamu undangan, Prabowo menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan yang diberikan. Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan agar semakin berpihak kepada kepentingan rakyat.

Prabowo juga menegaskan bahwa prinsip meritokrasi akan terus diperkuat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menilai setiap jabatan dan tanggung jawab harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, integritas, dan dedikasi terbaik.

Selain itu, pemerintah berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi agar Indonesia semakin tangguh menghadapi tantangan global. Sementara itu, masukan terkait NU dipandang sebagai upaya bersama untuk menjaga organisasi tetap kuat, solid, dan terus berkontribusi bagi bangsa.

Prabowo berharap sinergi antara pemerintah, ulama, dan berbagai elemen masyarakat terus terjalin dengan baik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga persatuan sekaligus mewujudkan kesejahteraan rakyat.