BOJONEGORO – Ketua DPC PKB Bojonegoro yang juga Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi, menegaskan pentingnya menjaga marwah pondok pesantren sebagai ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Hal itu disampaikan dalam Sarasehan bertajuk “Merawat Marwah Pesantren, Mewujudkan Pesantren yang Aman, Nyaman, dan Bermartabat” yang digelar oleh PC RMI NU Bojonegoro berkolaborasi dengan DPC PKB Bojonegoro, yang menghadirkan sekitar 150 perwakilan pondok pesantren di Aula Hasyim Asy’ari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro, Kamis (9/7/2026).
Menurut Fauzan Fuadi, pesantren merupakan tempat lahirnya generasi yang berakhlak dan berilmu. Karena itu, seluruh elemen pesantren harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual.
“Pesantren adalah penjaga martabat manusia. Karena itu, kekerasan seksual bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah pendidikan, nilai-nilai luhur agama, serta marwah pesantren sebagai lembaga pembentuk akhlak,” tegasnya.
Fauzan Fuadi menilai persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh ditutup-tutupi karena dapat mengikis kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, pencegahan, keterbukaan, dan penanganan yang tepat justru akan memperkuat kehormatan pesantren.
Sarasehan ini menjadi ruang bersama para kiai, bu nyai, dan pengelola pesantren untuk memperkuat komitmen mewujudkan pesantren yang aman, nyaman, bermartabat, serta tetap menjadi kebanggaan masyarakat.

