Sukorejo, Bojonegoro

Bojonegoro – Fraksi PKB DPRD Bojonegoro meminta Pemerintah Kabupaten lebih serius memprioritaskan pelebaran jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Sumengko–Bandungrejo yang berada di wilayah Kecamatan Gayam. Jalan tersebut dinilai sudah tidak ideal karena menjadi jalur utama kendaraan proyek migas.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro, M. Suparno mengatakan, jalan Sumengko–Bandungrejo memiliki peran penting karena berada di kawasan ring satu lapangan minyak Banyu Urip dan proyek gas JTB yang selama ini menjadi penopang besar pendapatan daerah dari DBH (Dana Bagi Hasil) Migas.

Menurutnya, kondisi jalan dengan lebar sekitar 5 meter saat ini sudah sering dikeluhkan masyarakat karena padat dilalui kendaraan proyek. Bahkan, saat kendaraan besar berpapasan, salah satu harus mengalah untuk berhenti terlebih dahulu.

“Wilayah Gayam ini ikut menopang APBD Bojonegoro dan kebutuhan energi nasional. Jadi pembangunan infrastrukturnya juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

M. Suparno menjelaskan, aspirasi pelebaran jalan tersebut sudah lama disampaikan masyarakat dan Kepala Desa di wilayah Gayam. Warga berharap jalan bisa diperlebar agar lalu lintas lebih lancar serta aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.

Ia juga telah menyampaikan usulan tersebut kepada Pemkab Bojonegoro dan dinas terkait dalam rapat kerja DPRD. Namun hingga saat ini, proyek pelebaran jalan itu disebut masih belum masuk prioritas utama Pemerintah Daerah.

“Jangan sampai masyarakat Gayam merasa terdzolimi. Karena Sumber daya alamnya dikeruk, tetapi pembangunan infrastrukturnya terabaikan,” pungkasnya.

Selain untuk kenyamanan warga, pelebaran jalan Sumengko–Bandungrejo juga dianggap penting untuk mendukung kelancaran mobilitas kendaraan proyek migas yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *