Sukorejo, Bojonegoro

BOJONEGORO – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro menggelar sarasehan politik bertajuk “Menanamkan Nilai-Nilai Aswaja dalam Berpolitik Demi Mewujudkan Demokrasi yang Santun dan Beradab Untuk Keutuhan NKRI”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rektorat Universitas Sunan Giri (UNIGIRI) Bojonegoro pada Senin (27/4/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan perempuan dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Bojonegoro. Hadir sebagai pemateri utama, Imam Muslih, S.Pd., dan Eko Wahyu Ramadhan , S.Pd.

Dalam penyampaiannya, Imam Muslih menekankan bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) harus menjadi kompas bagi kader partai dalam berpolitik. Menurutnya, politik bukan sekadar alat meraih kekuasaan, melainkan sarana pengabdian yang harus dijalankan dengan etika dan keberadaban.

“Politik yang berlandaskan Aswaja mengajarkan kita untuk tawasut (moderat), tawazun (seimbang), dan i’tidal (tegak lurus). Dengan prinsip ini, kita bisa mewujudkan demokrasi yang santun dan menjaga keutuhan NKRI dari perpecahan,” ujar Imam Muslih di hadapan para peserta.

Selain membahas ideologi politik, pemateri selanjutnya yakni Eko Wahyu Ramadhan lebih menyoroti tantangan zaman melalui materi bertema “Globalisasi dan Media Sosial: Peluang atau Ancaman bagi Generasi Muda Khususnya Perempuan?”. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di media sosial bisa menjadi pedang bermata dua.

“Bagi kader perempuan dan generasi muda, media sosial adalah peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan pemberdayaan ekonomi. Namun, jika tidak dibentengi dengan literasi digital yang kuat, ia bisa menjadi ancaman berupa paparan radikalisme hingga degradasi moral,” tambahnya.

Kegiatan sarasehan ini diharapkan mampu memperkuat militansi serta wawasan para kader perempuan PKB di tingkat kecamatan (DPAC) agar lebih siap menghadapi dinamika sosial-politik ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *