Sukorejo, Bojonegoro

Bojonegoro – Inovasi membanggakan datang dari dunia pendidikan di Bojonegoro. Dua siswa dari SMPN 1 Purwosari berhasil mengembangkan pemanfaatan limbah bonggol pisang menjadi bahan kesehatan alternatif yang berpotensi membantu mencegah perkembangan sel kanker. Penelitian yang mereka beri judul “The Invisible Killer: Bio-Skrining Sitotoksisitas Musa Paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami” ini berangkat dari pemanfaatan sumber daya alam yang mudah ditemukan di sekitar. Bonggol pisang yang selama ini sering dianggap limbah, justru diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi kesehatan.

Inovasi ini menunjukkan bahwa potensi besar bisa lahir dari hal-hal sederhana jika didukung kreativitas dan semangat belajar. Selain itu, penelitian tersebut juga menjadi contoh nyata bagaimana siswa mampu berkontribusi dalam bidang kesehatan melalui pendekatan ilmiah sejak usia dini.

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro dari Fraksi PKB, Diana Hargianti, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan dua siswa SMPN 1 Purwosari yang berhasil mengembangkan penelitian berjudul “The Invisible Killer: Bio-Skrining Sitotoksisitas Musa Paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami” dengan memanfaatkan bonggol pisang menjadi bahan kesehatan alternatif pencegahan perkembangan sel kanker. Ini merupakan capaian yang luar biasa yang harus kita support supaya lebih optimal lagi dalam berinovasi,” ujarnya.

Ia juga berharap keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Bojonegoro untuk lebih peka terhadap potensi di lingkungan sekitar.

“Harapan kami dengan adanya pencapaian ini dapat memotivasi siswa-siswi lainnya di Bojonegoro bahwa di sekitar kita banyak terdapat potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif obat maupun lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Diana Hargianti menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah agar inovasi seperti ini terus berkembang.

“Tentu, kami akan mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk dapat memfasilitasi anak-anak yang punya potensi seperti ini melalui perbaikan dan pemenuhan sarana prasarana di laboratorium sekolah, agar kedepannya bisa mencetak lebih banyak lagi generasi emas yang membanggakan,” tegasnya.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang terdorong untuk berkreasi dan menggali potensi lokal, sekaligus membawa nama Bojonegoro ke tingkat yang lebih luas melalui karya-karya inovatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *