BOJONEGORO – Dinamika politik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro mulai memanas. Munculnya nama Mustakim, menjadi angin segar bagi basis konstituen di akar rumput. Kiprah pria kelahiran Blora, 3 Juni 1983 ini merupakan cerminan dari perjalanan panjang seorang aktivis yang tumbuh dari bawah.
Dari Aktivis Kampus hingga Kursi Parlemen
Perjalanan Mustakim di dunia pergerakan sudah dimulai sejak masa kuliah di IKIP PGRI Bojonegoro. Namanya harum sebagai mantan Ketua Umum PC PMII Bojonegoro (2006-2007). Tak berhenti di sana, ia melanjutkan estafet kepemimpinannya dengan menjadi Ketua DPD KNPI Bojonegoro (2010-2015) hingga dipercaya memimpin PC GP Ansor Bojonegoro (2020-2025).
Rekam jejak organisasinya yang mentereng di berbagai lini mulai dari sektor pengusaha di Kamar Dagang & Industri (KADIN) hingga organisasi kepemudaan membentuk karakter Mustakim menjadi pemimpin yang luwes namun tegas.
Kesetiaan yang Teruji: Tak Tumbang oleh Kegagalan
Loyalitasnya terhadap PKB tak perlu diragukan. Pasca lulus kuliah di pertengahan 2007, ia memilih mengabdikan diri sebagai relawan tetap di PKB Bojonegoro. Ia pernah berada di “dapur” partai sebagai tim instruktur hingga Sekretaris LPP DPC PKB.
Jalannya menuju kursi DPRD pun tidak instan. Pada Pemilu 2019, ia sempat maju namun keberuntungan belum berpihak. Alih-alih menyerah, Mustakim justru semakin giat turun ke akar rumput. Hasilnya, pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi Anggota DPRD Bojonegoro dari Dapil 1 dan kini aktif memperjuangkan aspirasi rakyat di Komisi A serta Badan Anggaran.
Perjalanan Karier yang Berakar di Masyarakat
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Mustakim telah malang melintang sebagai fasilitator di berbagai lembaga internasional dan pemerintah, seperti Oxfam GB, PATTIRO, hingga Bappeda Provinsi Jawa Timur. Pengalaman mendampingi masyarakat di tingkat kecamatan sejak tahun 2004 membentuk karakter kepemimpinannya yang humanis dan solutif.
Kini, rekam jejak pengabdiannya di internal PKB dengan pernah menjabat sebagai Sekretaris LPP DPC PKB Bojonegoro, Mustakim memantapkan langkah untuk membawa perubahan di tubuh DPC PKB Bojonegoro.
Baginya, PKB Bojonegoro ke depan harus lebih inklusif, progresif, dan tetap menjadi rumah besar bagi aspirasi wong cilik. Dengan integritas dan jejaring yang luas, “Wong Ndeso” ini siap membuktikan bahwa putra daerah mampu membawa PKB meraih kejayaan yang lebih gemilang di masa depan.
Visi Kedepan: Ideologi dan Ekonomi Mandiri
Jika diberi amanah memimpin PKB Bojonegoro, Mustakim membawa misi besar: Modernisasi tanpa mencabut akar tradisi. Ia memegang teguh kaidah Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdu bil jadidil aslah menjaga nilai lama yang baik dan mengambil nilai baru yang lebih baik.
Menjaga Sejarah Kemenangan
Bagi Mustakim, PKB Bojonegoro memiliki sejarah besar sebagai partai pemenang. Kuncinya, menurut dia, adalah tetap menyatu dengan “ruang batin” masyarakat.
“Selama PKB bisa menyatu dengan denyut nadi masyarakat, menyatukan nilai Keindonesiaan dan Keislaman secara sublim, maka sejarah kemenangan itu tak akan pernah pudar,” pungkasnya optimis. Dengan kombinasi pengalaman lapangan yang matang dan latar belakang sebagai ‘wong ndeso’ yang paham keresahan rakyat, Mustakim kini siap membawa PKB Bojonegoro kembali berjaya dan relevan dengan tantangan zaman.

