BOJONEGORO – Dinamika politik di Bumi Angling Dharma membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya piawai dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat. Sosok itu adalah Imam Sholikin. Dengan segudang pengalaman di kursi legislatif dan struktural partai, ia kini melangkah mantap untuk membawa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro menuju era sinergi yang lebih luas.
Kematangan dari Arus Bawah
Lahir di Bojonegoro pada 4 Juni 1973, perjalanan Imam Sholikin adalah potret seorang kader yang tumbuh dari “bawah”. Kedisiplinannya tertempa sejak masa sekolah di MAN 4 Jombang hingga aktif memimpin berbagai organisasi otonom Nahdlatul Ulama. Pengabdiannya di NU, mulai dari Ketua Ranting Ansor Turi hingga jajaran MWC NU Tambakrejo, membuktikan bahwa khidmatnya kepada umat adalah nafas perjuangannya.
Tidak hanya di organisasi sosial-keagamaan, keterlibatannya sebagai penyelenggara pemilu (PPS dan PPK) di awal reformasi memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi di tingkat akar rumput.
Rekam Jejak Legislasi yang Nyata
Di ranah legislatif, kapasitas Imam Sholikin tidak perlu diragukan. Kepercayaan masyarakat membawanya menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro (2019-2021). Saat ini, ia mengemban amanah strategis sebagai Ketua Komisi D, sebuah komisi yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kesehatan.
Sebagai Ketua Fraksi PKB dan Anggota Badan Anggaran, Imam dikenal sebagai sosok yang jeli dalam mengawal kebijakan fiskal daerah agar tetap berpihak pada kemaslahatan publik. Baginya, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.
Pribadi yang Humanis
Di balik ketegasannya memimpin rapat-rapat penting di gedung dewan, Imam adalah pribadi yang rendah hati dan mudah ditemui. Latar belakang pendidikannya dan pengalamannya di pesantren membuatnya tetap menjaga nilai-nilai santri: tawadhu dan istiqomah dalam berjuang.
Kini, dengan dukungan dari berbagai pihak, Imam Sholikin siap mewakafkan pengalaman dan kemampuannya untuk memimpin DPC PKB Bojonegoro. Sebuah langkah baru untuk memastikan bahwa “Khidmat untuk Rakyat” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang membawa keberkahan bagi seluruh warga Bojonegoro.
Imam Sholikin membawa visi besar untuk DPC PKB Bojonegoro ke depan. Ia percaya bahwa kejayaan partai hanya bisa dicapai melalui harmonisasi antara kekuatan struktural, kader militan, dan aspirasi masyarakat.

