Bojonegoro – Ketersediaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Bojonegoro mulai mengalami kelangkaan menjelang perayaan Idulfitri. Situasi ini berdampak pada masyarakat, terutama kalangan ekonomi kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Bojonegoro mengambil langkah cepat dengan mendorong pengawasan distribusi LPG agar lebih ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran gas subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
DPRD Bojonegoro menilai bahwa kelangkaan yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga berpotensi dipicu oleh distribusi yang tidak merata maupun adanya praktik penimbunan. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan guna mengatasi persoalan tersebut.
Selain memperketat pengawasan di tingkat agen dan pangkalan, DPRD Bojonegoro juga berencana turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi distribusi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata terkait penyebab kelangkaan serta mempercepat penanganannya.
Masyarakat diimbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi guna menghindari harga yang tidak wajar. Di sisi lain, warga juga diminta aktif melaporkan jika menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam distribusi gas bersubsidi.
Dengan upaya tersebut, diharapkan pasokan LPG 3 kilogram dapat kembali stabil dan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri tetap terpenuhi.

