PKB – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa warisan utama KH Bisri Syansuri bagi generasi penerus adalah nilai kesetiaan dalam perjuangan, bukan sikap gaduh atau mudah terprovokasi oleh dinamika politik.
Hal tersebut disampaikan Gus Muhaimin pada acara Harlah PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang sekaligus Haul KH Bisri Syansuri sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang konsisten menjaga persatuan, etika, dan keutuhan jamaah. Menurutnya, kesetiaan terhadap nilai dan garis perjuangan merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang kokoh dan berkelanjutan.
Gus Muhaimin menilai, di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, sikap tenang dan konsisten jauh lebih dibutuhkan dibandingkan reaksi berlebihan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Ia mengingatkan kader dan simpatisan PKB agar tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan para ulama pendahulu.
“Kesetiaan pada prinsip dan perjuangan adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada para pendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PKB akan terus menjaga warisan pemikiran ulama NU dengan mengedepankan politik yang beretika, santun, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Nilai-nilai tersebut, kata Gus Muhaimin, harus diwujudkan dalam kerja nyata dan konsistensi dalam memperjuangkan kemaslahatan umat dan bangsa.



