Sukorejo, Bojonegoro

Bojonegoro – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan sikap resmi menolak rencana pergantian nama Masjid An Nahda di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. Penolakan tersebut disampaikan sebagai respon atas munculnya wacana perubahan nama masjid yang sebelumnya telah dikenal luas oleh masyarakat.

Ketua Fraksi PKB Bojonegoro, M. Suparno, menjelaskan bahwa nama Masjid An Nahda sudah memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat setempat maupun para pengunjung yang datang ke kawasan tersebut. Ia menilai, perubahan nama berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan memicu ketidaknyamanan sosial di tingkat masyarakat.

Suparno menegaskan bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan identitas masjid seharusnya memperhatikan aspirasi warga dan jamaah. Menurutnya, nama yang sudah digunakan sejak awal pembangunan masjid tidak selayaknya diganti tanpa adanya alasan yang jelas dan dapat diterima publik.

Di sisi lain, PKB mendorong agar pihak terkait lebih memprioritaskan penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan keagamaan masyarakat. Fokus dinilai lebih tepat diarahkan kepada pemakmuran masjid dan peningkatan pelayanan bagi jamaah, bukan pada perubahan identitas yang berpotensi menimbulkan polemik baru.

Masjid An Nahda sendiri merupakan salah satu masjid besar di wilayah Bojonegoro bagian barat dan telah menjadi titik aktivitas keagamaan sekaligus persinggahan masyarakat dari berbagai daerah. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi warga sekitar tanpa adanya gangguan terhadap stabilitas sosial.

Dengan pernyataan sikap tersebut, PKB meminta agar wacana pergantian nama dapat dikaji ulang secara komprehensif dan melibatkan unsur masyarakat sebelum diputuskan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *