Bojonegoro – Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro dari Fraksi PKB, Imam Sholikin, menyoroti lambatnya penerbitan rekomendasi teknis (rekomtek) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang berdampak pada tersendatnya puluhan proyek pengairan di Bojonegoro.
Menurut Imam Sholikin, proyek pengairan merupakan kebutuhan penting masyarakat, terutama untuk mendukung pertanian, mengurangi banjir, hingga menjaga kondisi saluran air di sejumlah wilayah. Karena itu, ia meminta agar proses administrasi dan koordinasi dengan BBWS bisa segera dipercepat.
“Jangan sampai proyek yang dibutuhkan masyarakat malah terlambat hanya karena proses rekomtek terlalu lama,” ujarnya saat rapat bersama Dinas PU SDA Bojonegoro.
Ia menjelaskan, masih ada sejumlah proyek yang belum bisa berjalan karena menunggu rekomtek BBWS. Padahal, proyek-proyek tersebut sudah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah tahun ini.
Imam Sholikin juga mengingatkan agar pemerintah daerah terus aktif melakukan komunikasi dengan pihak BBWS Bengawan Solo supaya proses persetujuan teknis tidak berlarut-larut. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur air sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain mendorong percepatan proyek, politisi PKB itu juga menekankan pentingnya penataan daerah aliran sungai dan normalisasi saluran air sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi persoalan banjir di Bojonegoro.
Diketahui, tahun ini terdapat ratusan paket pekerjaan pengairan yang disiapkan Pemkab Bojonegoro. Namun, sebagian proyek masih belum bisa dikerjakan karena proses rekomtek dari BBWS belum selesai.

